Winthermattingly0's website

Our website

15
Ma
Contoh Pendekatan Geografi Keruangan
15.03.2017 00:49

Setaraf suatu disiplin kecakapan, geografi mempelajari suatu sistem alam yang terdiri bagi bagian-bagian yang saling terkait. Aliran semangat dalam suatu sistem membuahkan perubahan. Servis yang sinambung akan menciptakan suatu susunan keseimbangan orde.

Suatu orde terdiri dari tiga unit berbeda, input, output & komponen. Aku ambil pula Tv misalnya. Kita dapat menonton tv tidak terperosok dari sistem yang berproses didalam tv tersebut. Berjalannya sistem itu karena ke-3 bagian di dalam sistem tersambung bersama; unit input yang merupakan listrik, bagian output yang berupa gambar dan suara, bersama bagian sel seperti layar, speaker, remote, dan antena. Tanpa ketiga bagian mulai sistem itu tersambung, kita tidak dapat menonton tv.

Pada bentuk yang beroperasi baik, sekujur komponen kudu tersambung bertepatan. Planet Globe yang mempunyai banyak segi dapat dilihat sebagai komposisi yang tinggi dan amat besar. Dalam sistem Globe, input adalah energi yang datang dari Matahari serta juga daya yang bermula dari pada Bumi, seperti tenaga tektonik. Output merupakan perubahan persis yang mampu dilihat dalam sekitar kalian dalam daerah sekeliling fisik serta manusia, menyerupai panas bersama hujan.

Bentuk Bumi memang suatu orde yang renyah, sehingga cara terbaik untuk mempelajarinya dengan memahami setiap komponen komponennya dengan bervariasi pendekatan pada geografi. Ini lah geografi atas sudut persidangan sistem. Permufakatan ini terus mengalami kemajuan hingga peluang geografi modern. Dalam geografi modern yang dikenal beserta geografi teratur (Integrated Geography) digunakan tiga pendekatan atau hampiran. Ke-3 pendekatan tersebut, yaitu penjabaran keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan susah wilayah.

1. Pendekatan Wilayah
Dari namanya dapat ditangkap bahwa permufakatan ini mau menekankan di dalam keruangan. Permufakatan ini merujukkan pada pertarungan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perselisihan struktur, contoh, dan proses. Struktur keruangan terkait secara elemen pereka ruang yang berupa kenampakan titik, perenggan, dan area. bangkudepan Sedangkan pola keruangan berselok-belok dengan lokasi distribusi ketiga elemen ini. Distribusi ataupun agihan keadaan geografi ini akan membangun pola menyerupai memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri berkenaan dengan reparasi elemen pembentuk ruang. Cakap geografi berwarung mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran serta cara mengubah contoh sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik, efisien, dan wajar. Penjabaran suatu perkara menggunakan pendekatan ini mampu dilakukan dengan pertanyaan 5W 1H diantaranya berikut ini.
Interogasi What (apa), untuk mengerti jenis fenomena alam yang terjadi.
Pertanyaan When (kapan), untuk mengerti waktu terjadinya fenomena bidang.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengetahui tempat kenyataan alam berlangsung.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui sumber terjadinya pokok alam.
Pertanyaan Who (siapa), untuk mengerti subjek / pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena bidang.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui metode terjadinya pokok alam.

2. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Perembukan ini gak hanya merujukkan pada relasi organisme beserta lingkungan, tetapi juga dikaitkan dengan pokok yang terselip dan pun perilaku pribadi. Karena pada umumnya lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yakni perilaku serta fenomena putaran. Sisi telatah mencakup 2 aspek, yakni pengembangan gagasan dan keyakinan lingkungan. Interelasi keduanya ini lah yang jadi ciri khas perembukan ini. Menggunakan keenam perbincangan geografi, interpretasi dengan perembukan ini masih bisa dijalani. Nah, saksama contoh penjabaran mengenai terjadinya banjir dalam Sinjai berikut dan awak akan merupakan perbedaannya beserta pendekatan keruangan. Untuk mempelajari banjir secara pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tingkah laku sebagai berikut.
Identifikasi keadaan fisik yang mendorong terjadinya bencana tersebut, seperti macam tanah, topografi, dan vegetasi di teritori itu.
Pengertian sikap & perilaku suku dalam memerintah alam di lokasi tersebut.
Identifikasi budi daya yang terselip kaitannya beserta alih fungsi lahan.
Menelaah hubungan jurang budi daya serta dampak yang ditimbulkannya lalu menyebabkan kayau.
Menggunakan impak analisis itu mencoba menemukan alternatif pemecahan masalah itu.

3. Tinggi Wilayah

Interpretasi ini menyandarkan pada larutan antara penjabaran keruangan serta analisis ekologi. Analisis tersebut menekankan penjelasan ”areal differentiation” yaitu memilikinya perbedaan puaka tiap-tiap wilayah. Perbedaan berikut mendorong uni wilayah dapat berinteraksi dengan wilayah beda. Perkembangan daerah yang sama-sama berinteraksi berlangsung karena ditemui permintaan dan penawaran.

Tiruan analisis susah wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan permukiman. Langkah awal, dilakukan pengertian wilayah laten di luar Jawa yang memenuhi wasiat minimum, menyerupai kesuburan zona dan level kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Mulai hasil pengertian ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan zaman pendek untuk pengembangan kerajaan tersebut.

Comments


Make your free website at Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!